Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on May 27, 2013 in Testimoni, Tigaraksa | 0 comments

Buku “Widya Wiyata Pertama” menurut Tantowi Yahya

Buku “Widya Wiyata Pertama” menurut Tantowi Yahya

“Minat baca adalah hasil penularan melalui penciptaan lingkungan yang kondusif. Anak yang suka membaca adalah produk dari keluarga yang suka membaca. Usaha menjadikan rumah sebagai reading sanctuary adalah langkah yang sangat bijak dan efektif untuk menumbuhkan minat baca di anak-anak kita. Masih banyak para orang tua di negeri kita yang lebih mengandalkan guru-guru di sekolah sebagai pembentuk watak dan kebiasaan anak-anak mereka, padahal waktu yang dihabiskan seorang anak bersama orang tuanya jauh lebih banyak disbanding di sekolah. Masih banyak orang tua yang menyia-nyiakan usia emas (3-7 tahun) anak-anak mereka, usia dimana anak-anak masih seperti lilin yang mudah dibentuk. Kemampuan utama anak-anak pada usia emas adalah meniru. Memberi contoh yang baik, diantaranya adalah membaca di dekat mereka adalah proses penularan yang sederhana. Sebagai Duta Baca Indonesia yang salah satu tugas utamanya adalah menularkan minat baca kepada anak-anak melalui peran orang tua, saya berbahagia dengan kehadiran buku “Widya Wiyata Pertama” yang membuat membaca menjadi aktifitas yang sangat menyenangkan. Mari kita sama-sama menciptakan anak-anak yang suka baca dalam upaya menuju bangsa Indonesia...

Read More

Posted by on May 26, 2013 in Testimoni, Tigaraksa | 0 comments

Widya Wiyata Pertama menurut Susan Bachtiar

Widya Wiyata Pertama menurut Susan Bachtiar

“Buku bisa membawa pembacanya ke berbagai dunia. Maka bisa dipastikan, buku juga menjadi sahabat bagi anak-anak. Buku yang baik bisa mengajarkan sesuatu tanpa menggurui. Buku bermutu juga bisa menghibur anak-anak sambil mengenal sesuatu yang baru. Saya sudah membaca seri Kowledge dari Widya Wiyata Pertama yang merupakan bagian dari ETL Learning “Total Development Program”. Saya yakin, anak-anak juga akan membacanya sampai ke lembar terakhir. Pemicunya, rasa ingin tahu. Esensi buku ini sebetulnya sederhana, hanya jawaban rasa ingin tahu anak-anak. Jawaban dari pertanyaan yang sering dilontarkan anak, mengapa bengini, mengapa begitu ? Tetapi penjelasannya mudah dipahami, dan gambarnya yang sederhana sangat komunikatif. Uniknya, ada kolom panduan untuk orang tua. Sehingga orang tua bisa menerangkan semua rasa ingin tahu anak dalam suatu topic sampai tuntas. Kelebihan lain koleksi buku ini adalah dilengkapi dengan kecanggihan teknologi. Alat bernama walter yang sangat bersahabat, bisa membuat anak-anak mempelajari dan mengoleksi kosakata baru dengan pengucapan yang baik dan benar. Alat itu juga bisa “bercerita” sehingga anak akan belajar mengungkapkan perasaan secara verbal. Buku ini bisa menjadi...

Read More

Posted by on May 24, 2013 in Artikel | 1 comment

Anak Sebagai Amanah

Anak Sebagai Amanah

Milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi, termasuk anak-anak. Anak itu adalah amanah. Allah yang menentukan umurnya. Bagaimanapun kita ingin anak panjang umur, kita tidak berdaya kalau Allah mengambilnya. Anak sebagai lahan tafakur. Alangkah bahagianya apabila Allah mengaruniakan hati yang bening. Alangkah beruntungnya orang yang berhati bersih, seperti gelas bening yang di dalamnya ada cahaya. Selain bisa menerangi seisi gelas, juga bisa menerangi sekitarnya. Demikian pula untuk mendapatkan ilmu, rahasianya adalah bersihkan hati kita. Begitu pula orang tua yang berhati bersih, setiap kejadian apapun senantiasa menjadi ilmu yang merupakan cahaya bagi dirinya dan sekitarnya. Ilmu tidak datang dari orang yang lebih tua saja, tetapi juga bisa datang dari anak-anak kecil. Betapa banyak yang bisa kita tafakuri dari perilaku anak-anak. Mereka jangan hanya dijadikan objek untuk mengekspresikan harapan kita kepada mereka, tetapi perilaku mereka pun harus harus menjadi pelajaran bagi kita. Banyak yang bisa kita renungkan dari sikap anak kecil itu, baik sisi positif maupun negatifnya.   Sumber : Syamil Al-Quran “The...

Read More

Posted by on May 21, 2013 in Artikel | 0 comments

Menonton tv/komputer atau bermain games/ps menurunkan fungsi retina mata anak kita

Menonton tv/komputer atau bermain games/ps menurunkan fungsi retina mata anak kita

Di jaman modern ini, banyak anak dibesarkan dengan orang tua pengganti (baby sitter) yang kerap kali mempunyai kedekatan lebih dibandingkan dengan orang tua kandungnya. Pergeseran budaya ini juga membuat baby sitter cenderung menyesuaikan segala keinginan anak agar pekerjaanya dapat dipertahankan dalam waktu lama. Maka bukanlah suatu hal yang mengherankan manakala, bila demi mengurangi kerepotan sang baby sitter, banyak anak-anak sekarang ini lebih dibiarkan bermain Play Station, Nintendo Wii, PSP, X-Box, dan menonton TV dibanding bermain bersama teman sebayanya dalam permainan yang mengasah kemampuan psikomotor, seperti naik sepeda, sepak bola, basket, renang atau pun permainan yang banyak dilakukan di luar ruang seperti hide and seek, dan lain sebagainya. Tentu artikel ini bukan hendak menghakimi Anda sebagai (calon) orang tua, maupun baby sitter (pembantu rumah tangga) Anda. Namun gaya hidup yang cenderung jarang bergerak ini telah membuka celah bagi masuknya penyakit-penyakit yang dahulu hanya dikenal pada orang dewasa tetapi kini juga kepada anak-anak. Sebut saja obesitas, penyakit kencing manis, penyakit jantung, dan lain sebagainya. Jangan kaget bila anak-anak yang tumbuh dengan...

Read More